Sejarah Perjalanan Pelayanan GPIBK
Dari benih Injil di Tanah Banggai menuju gereja mandiri yang bertumbuh, bersaksi, dan melayani di tengah kehidupan masyarakat kepulauan — dirangkai ulang dengan Aurora UI Theme: gelap, bercahaya, dan berlapis kaca.
Warisan iman • Aurora Glass
Berakar dalam sejarah, hadir bagi masa depan
Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) adalah gereja bertradisi Reformed. Sebagai sinode, GPIBK lahir 3 Februari 2000; akarnya bertumbuh dari pekabaran Injil di Tanah Banggai sejak 1912: Indische Kerk → GMIM / GKST → GKLB → GPIBK.
Awal pelayanan terorganisasi
Indische Kerk mengutus Ds. J. Kelling untuk melayani wilayah Banggai, dimulai dari Distrik Lamala. Baptisan massal pertama 21 Januari 1913 di Mantokh.
GPIBK berdiri mandiri
Lahir di Jemaat Efata Bulagi melalui Sidang Khusus II Sinode GKLB. Dari objek zending menjadi gereja mandiri dalam tradisi Reformed.
Anggota PGI
GPIBK diterima menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, memperluas persekutuan ekumenis nasional.

Ilustrasi representatif — bukan dokumentasi peristiwa asli.
Era I • 1912–1934
Akar pekabaran Injil di Tanah Banggai
Pada 1912, Indische Kerk mengutus Ds. J. Kelling dari Makassar untuk pekabaran Injil di Banggai. Pelayanan meluas melalui jemaat, sekolah gereja, guru agama, dan pembinaan pelayan lokal.
1892 adalah kedatangan A.C. Kruyt di Poso — konteks regional Sulawesi Tengah. Sumber resmi GKLB menempatkan awal Injil di Tanah Banggai pada 1912, sehingga 1912 dipakai sebagai titik awal langsung.
Era II • 1935–1965
Pendampingan gereja regional
Sekitar 1935–1947 pelayanan Banggai berada dalam hubungan dengan GMIM. Jaringan pekerja dari Minahasa berperan dalam pendidikan dan pembinaan. Selanjutnya terhubung dengan Zending Poso dan GKST (berdiri 18 Oktober 1947). Pada 1963 dibentuk Sinode GKST Wilayah Luwuk Banggai — langkah penting menuju kemandirian.
Era III • 1966–1999
Kemandirian Banggai dalam GKLB
27 Januari 1966 berdirilah Gereja Kristen Luwuk Banggai sebagai gereja mandiri. Jemaat daratan dan kepulauan hidup bersama lebih dari tiga dasawarsa. Geografi kepulauan menuntut pola pelayanan khas — transportasi, komunikasi, dan pembinaan yang kontekstual. Tahun 1999 Kabupaten Banggai Kepulauan terbentuk, berdekatan dengan proses kemandirian gereja kepulauan.

Ilustrasi suasana persidangan — bukan foto Sidang Khusus II.
Era IV • 2000–2012
Kemandirian GPIBK & konsolidasi
Tonggak resmi: 3 Februari 2000 di Jemaat Efata Bulagi. 21 November 2001 GPIBK menjadi anggota PGI. Fokus berikutnya: konsolidasi organisasi, pembinaan jemaat dan tenaga pelayan, pembangunan gedung gereja, dan penguatan klasis-klasis kepulauan.

Ilustrasi pelayanan masa kini — bukan dokumentasi satu kegiatan tertentu.
Era V • 2013–Sekarang
Kontekstualisasi & transformasi
Sejak 2013 pelayanan menjangkau dua kabupaten: Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Pelayanan melampaui internal gereja: kerukunan umat beragama, pendidikan, lingkungan, teknologi, dan pelestarian identitas Banggai. Sidang Sinode VI di Apal (20–25 Jan 2025) memilih Pdt. Alpianus R. Lapaso, M.Th. sebagai Ketua Sinode 2025–2029.
Estafet pelayanan
Kepemimpinan Sinode dari masa ke masa
Enam periode, satu panggilan: melayani, mempersatukan, dan membawa GPIBK bertumbuh.
Fondasi sinode
- KetuaPdt. Ruben Matade, S.Th
- Wakil KetuaPdt. Hans Yanala, S.mTh
- SekretarisPdt. Andreas Sangande, S.Th
- Wakil SekretarisPdt. Yorim Yolisan
- BendaharaPnt. Titov Tilaar
Penguatan organisasi
- KetuaPdt. Andreas Sangande, S.Th
- Wakil KetuaPdt. Hans Yanala, S.mTh
- SekretarisPdt. Nehemia Kiamani / Pdt. Peni Tatamuk
- Wakil SekretarisPdt. Merry Yabiy, S.Th
- BendaharaPdt. Yorim Yolisan
Penataan pelayanan
- KetuaPdt. Peni Tatamuk, S.PAK
- Wakil KetuaPdt. Merry Yabiy, S.Th
- SekretarisPdt. Herodion Mapaloto, S.Pd., S.Th
- Wakil SekretarisPdt. Morison Marlapan
- BendaharaPdt. Anasir Suayong, M.Th
Pengembangan tata kelola
- KetuaPdt. Anasir Suayong, M.Th
- Wakil KetuaPdt. Masje E. Pangkey, M.Th
- SekretarisPdt. Deny Molindo, S.Th
- Wakil SekretarisPdt. Herodion Mapaloto
- BendaharaPdt. Kartini Ari, M.Th, MM
Konsolidasi & transformasi
- KetuaPdt. Anasir Suayong, M.Th
- Wakil I / IIPdt. Hanok S.K. Maasi / Pdt. Masje Pangkey
- SekretarisPdt. Beni Mombilia, S.Th
- Wakil SekretarisPdt. Yulis See, M.Th
- Bendahara / WakilPdt. Bernabas Sooai / Pdt. Estinance Sondek
Kepemimpinan saat ini
- KetuaPdt. Alpianus R. Lapaso, M.Th
- Wakil I / IIPdt. Hanok S.K. Maasi / Pdt. Meiske F. Takus
- SekretarisPdt. Deny Molindo, M.Th
- Wakil SekretarisPdt. Harianto Palau, S.Pd.K
- Bendahara / WakilPdt. Bernabas Sooai / Pdt. Estinance Sondek
Tonggak utama
Kronologi perjalanan GPIBK
1892 • Konteks Zending Poso
A.C. Kruyt tiba di Poso; konteks regional, bukan awal langsung Injil di Banggai.
1912–1913 • Pelayanan awal
Ds. J. Kelling di Lamala; baptisan massal 21 Jan 1913 di Mantokh.
1935–1947 • Hubungan GMIM
Bertumbuh dalam jaringan pelayanan gereja Minahasa.
1947–1963 • GKST & penataan
GKST berdiri 18 Okt 1947; Sinode Wilayah Luwuk Banggai 1963.
27 Jan 1966 • GKLB berdiri
Gereja Kristen Luwuk Banggai menjadi gereja mandiri.
3 Feb 2000 • GPIBK berdiri
Lahir di Jemaat Efata Bulagi via Sidang Khusus II GKLB.
21 Nov 2001 • Anggota PGI
Diterima dalam persekutuan gereja-gereja Indonesia.
2013 • Dua kabupaten
Banggai Laut mekar; GPIBK tetap menjangkau keduanya.
2020 • Sidang Sinode V
Pdt. Anasir Suayong memimpin periode 2020–2024.
2025 • Sidang Sinode VI
Pdt. Alpianus R. Lapaso terpilih; babak baru dimulai.
Rawat ingatan bersama • Sumber
Punya foto, dokumen, atau kesaksian?
Bantu Sinode melengkapi arsip bagi generasi berikutnya. Rujukan: profil PGI, SAGPI, sejarah GKLB/GKST, dokumen pemerintah & Kemenag.
Halaman uji coba OpenCode di /uji-coba-opencode — Aurora UI Theme, konten disadur dari halaman resmi Sejarah Sinode GPIBK.