Persekutuan di Tanah Banggai
Satu gereja, tiga aras pelayanan
GPIBK adalah gereja mandiri dalam keluarga Gereja Protestan Indonesia, berkedudukan di Desa Bulagi II. Dengan sistem Presbiterial Sinodal, kehidupan gereja ditata dalam tiga aras yang saling terhubung: Jemaat, Klasis, dan Sinode.
Di wilayah kepulauan, kebersamaan ini memampukan gereja menghubungkan jemaat, mendampingi pelayan, dan menghadirkan kesaksian yang relevan bagi masyarakat.
Panggilan gereja
Iman yang hidup dalam kebersamaan dan tindakan
Tata Gereja menegaskan empat wujud panggilan yang memperlengkapi seluruh warga GPIBK.
Bersekutu
Memelihara kesatuan sebagai tubuh Kristus dalam jemaat, klasis, dan sinode.
Bersaksi
Memberitakan Injil melalui perkataan, kehidupan, dan kehadiran gereja.
Melayani
Menghadirkan kasih, keadilan, perdamaian, dan kepedulian pada ciptaan.
Mengajar
Membina iman dan memperlengkapi warga bagi pelayanan yang bertanggung jawab.
Periode pelayanan 2025–2029
Kepemimpinan yang melayani bersama
Majelis Pekerja Harian Sinode menjalankan keputusan persidangan, mendampingi jemaat dan klasis, serta mengoordinasikan pelayanan secara kolektif.
Ketua Sinode
Pdt. Alpianus Rudolf Lapaso, M.Th.
Kenali MPH SinodeProgram Transformasi Digital GPIBK
Data yang lebih tertib, pelayanan yang lebih terhubung
Program 2026 menghubungkan Renstra Agile, platform dan database gereja, serta kepemimpinan digital agar perubahan memberi nilai nyata bagi Sinode, klasis, jemaat, dan warga.
Satu sumber data
Mengurangi duplikasi dan memperkuat kualitas laporan.
Keputusan berbasis wawasan
Dashboard membantu membaca kebutuhan dan prioritas pelayanan.
Tiga aras terhubung
Jemaat, klasis, dan sinode bekerja melalui alur yang lebih tertib.
Aman dan bertahap
Hak akses, validasi, pilot, dan rollout berbasis kesiapan.








Lokasi unit pelayanan ditampilkan tanpa data anggota. Analisis internal tersedia di Workspace.
Perangkat pelayanan
Ditata untuk melayani dengan tertib
Struktur Sinode menghubungkan kepemimpinan, pertimbangan, pengawasan, pelayanan kategorial, dan bidang-bidang kerja.
Jejak pelayanan
Berakar dalam sejarah, hadir bagi masa depan
Perjalanan gereja di Tanah Banggai bertumbuh lintas generasi hingga GPIBK menjadi gereja mandiri dan memasuki persekutuan ekumenis nasional.
Baca Sejarah Lengkap1912
Awal pelayanan Protestan terorganisasi
Pelayanan di Tanah Banggai bertumbuh melalui pekabaran Injil, pendidikan, dan pembinaan jemaat.
3 Februari 2000
GPIBK menjadi gereja mandiri
Kemandirian ditetapkan melalui Sidang Khusus II di Jemaat Efata Bulagi.
21 November 2001
Menjadi anggota PGI
GPIBK memperluas persekutuan dan kesaksiannya bersama gereja-gereja di Indonesia.
Presbiterial Sinodal
Tiga aras dalam satu persekutuan
Ruang utama persekutuan dan pelayanan warga gereja.
Menghubungkan, mendampingi, dan menguatkan jemaat dalam wilayah.
Menjaga kesatuan arah, tata kehidupan, dan pelayanan seluruh GPIBK.
Berjalan bersama
Mari bertumbuh, bersaksi, dan melayani bersama
Temukan informasi pelayanan atau hubungi Sekretariat Sinode GPIBK.