Skip to Content

Sinode Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan

Menjadi Gereja yang Berbuah

Berakar dalam Injil, berjalan dalam persekutuan, dan hadir melayani Banggai Kepulauan serta Banggai Laut.

“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”
1 Tesalonika 5:21 · Arah pelayanan 2025–2029

Persekutuan di Tanah Banggai

Satu gereja, tiga aras pelayanan

GPIBK adalah gereja mandiri dalam keluarga Gereja Protestan Indonesia, berkedudukan di Desa Bulagi II. Dengan sistem Presbiterial Sinodal, kehidupan gereja ditata dalam tiga aras yang saling terhubung: Jemaat, Klasis, dan Sinode.

Di wilayah kepulauan, kebersamaan ini memampukan gereja menghubungkan jemaat, mendampingi pelayan, dan menghadirkan kesaksian yang relevan bagi masyarakat.

12Klasis
162Jemaat
2Kabupaten: Banggai Kepulauan dan Banggai Laut

Panggilan gereja

Iman yang hidup dalam kebersamaan dan tindakan

Tata Gereja menegaskan empat wujud panggilan yang memperlengkapi seluruh warga GPIBK.

B

Bersekutu

Memelihara kesatuan sebagai tubuh Kristus dalam jemaat, klasis, dan sinode.

S

Bersaksi

Memberitakan Injil melalui perkataan, kehidupan, dan kehadiran gereja.

M

Melayani

Menghadirkan kasih, keadilan, perdamaian, dan kepedulian pada ciptaan.

A

Mengajar

Membina iman dan memperlengkapi warga bagi pelayanan yang bertanggung jawab.

Lambang GPIBK

Periode pelayanan 2025–2029

Kepemimpinan yang melayani bersama

Majelis Pekerja Harian Sinode menjalankan keputusan persidangan, mendampingi jemaat dan klasis, serta mengoordinasikan pelayanan secara kolektif.

Ketua Sinode

Pdt. Alpianus Rudolf Lapaso, M.Th.

Kenali MPH Sinode

Program Transformasi Digital GPIBK

Data yang lebih tertib, pelayanan yang lebih terhubung

Program 2026 menghubungkan Renstra Agile, platform dan database gereja, serta kepemimpinan digital agar perubahan memberi nilai nyata bagi Sinode, klasis, jemaat, dan warga.

Satu sumber data

Mengurangi duplikasi dan memperkuat kualitas laporan.

Keputusan berbasis wawasan

Dashboard membantu membaca kebutuhan dan prioritas pelayanan.

Tiga aras terhubung

Jemaat, klasis, dan sinode bekerja melalui alur yang lebih tertib.

Aman dan bertahap

Hak akses, validasi, pilot, dan rollout berbasis kesiapan.

Pelajari Program

Lokasi unit pelayanan ditampilkan tanpa data anggota. Analisis internal tersedia di Workspace.

Jejak pelayanan

Berakar dalam sejarah, hadir bagi masa depan

Perjalanan gereja di Tanah Banggai bertumbuh lintas generasi hingga GPIBK menjadi gereja mandiri dan memasuki persekutuan ekumenis nasional.

Baca Sejarah Lengkap

1912

Awal pelayanan Protestan terorganisasi

Pelayanan di Tanah Banggai bertumbuh melalui pekabaran Injil, pendidikan, dan pembinaan jemaat.

3 Februari 2000

GPIBK menjadi gereja mandiri

Kemandirian ditetapkan melalui Sidang Khusus II di Jemaat Efata Bulagi.

21 November 2001

Menjadi anggota PGI

GPIBK memperluas persekutuan dan kesaksiannya bersama gereja-gereja di Indonesia.

Presbiterial Sinodal

Tiga aras dalam satu persekutuan

Jemaat

Ruang utama persekutuan dan pelayanan warga gereja.

Klasis

Menghubungkan, mendampingi, dan menguatkan jemaat dalam wilayah.

Sinode

Menjaga kesatuan arah, tata kehidupan, dan pelayanan seluruh GPIBK.

Berjalan bersama

Mari bertumbuh, bersaksi, dan melayani bersama

Temukan informasi pelayanan atau hubungi Sekretariat Sinode GPIBK.